Emtek Konfirmasi Akuisisi Doku dan Espay dalam Laporan Keuangannya

PT Espay Debit Indonesia Koe (EDIK) memberikan konfirmasi bahwa akuisisi yang dilakukan Emtek tidak akan mempengaruhi layanan payment gateway bernama Espay, yang berada di bawah naungan PT Pembayaran Lintas Usaha Sukses. Keduanya memang berada di bawah induk perusahaan yang sama, yaitu Square Gate One. Perusahaan tersebut mempunyai beragam produk fintech untuk berbagai perusahaan di tanah air. Joshua Darmawan, Direktur dari Square Gate One, menyatakan bahwa EDIK hanya fokus menghadirkan layanan e-money.

Artikel Asli – 15 Mei 2017

Sebagai sebuah perusahaan terbuka yang terdaftar di bursa saham, raksasa media tanah air Emtek memiliki kewajiban untuk memublikasikan laporan keuangan mereka. Dalam laporan terbaru yang mereka publikasikan, kamu pun bisa mengetahui startup mana saja yang mereka akuisisi, serta performa keuangan para startup tersebut.

Lewat laporan keuangan tahunan Emtek per 31 Desember 2016 dan awal 2017 ini, akhirnya diketahui kalau Emtek ternyata telah mengakuisisi dua startup fintech tanah air yang sama-sama telah mempunyai lisensi e-money, yaitu Doku dan Espay.

Akuisisi dengan menjadi pemegang saham mayoritas

Dalam laporan mereka di tahun 2016, disebutkan kalau Emtek mengakuisisi Doku lewat anak perusahaan mereka, PT Pariwara Digital Media. Akuisisi tersebut dilakukan pada bulan Oktober 2016 dengan kepemilikan saham sebesar lima puluh persen.

Sedangkan untuk Espay, proses akuisisi tersebut dilakukan pada bulan Desember 2016 dengan membeli lima puluh persen saham PT Espay Debit Indonesia Koe lewat anak perusahaan mereka, Elang Sejahtera Mandiri. Pada laporan kuartalan Emtek per 31 Maret 2017, disebutkan bahwa mereka menambah kepemilikan sahamnya menjadi sembilan puluh persen.

Emtek Berencana Integrasikan BBM | Foto

Bagaimana strategi Emtek mengintegrasikan portofolio mereka ke dalam BBM?

Dalam laporan yang sama, disebutkan pula performa dari portofolio Emtek yang lain, mulai dari e-commerce tanah air Bukalapak, situs iklan baris Oto dan Rumah, hingga startup kesehatan yang merupakan perusahaan patungan mereka dengan Kalbe, yaitu KlikDokter dan Klik-Apotek.

Awal invasi ke industri fintech?

Langkah akuisisi yang dilakukan Emtek terhadap Doku dan Espay ini seperti menunjukkan persiapan mereka untuk memasuki bisnis e-money sejak tahun 2016 yang lalu. Lisensi e-money dari Bank Indonesia yang telah dimiliki oleh kedua startup tersebut tentu berpotensi memudahkan Emtek dalam mengembangkan bisnis.

Emtek bukan perusahaan pertama yang melakukan akuisisi terhadap pemilik lisensi e-money. Sebelumnya, layanan e-money asal Thailand True Money pun masuk ke Indonesia dengan cara mengakuisisi Witami Tunai Mandiri, sedangkan GO-JEK juga melakukan akuisisi terhadap perusahaan bernama MVCommerce (PonselPay).

Masuknya Emtek ke bisnis fintech pun kian mendekati kenyataan dengan kerja sama yang mereka jalin dengan Ant Financial, afiliasi dari Alibaba yang juga merupakan pemilik dari layanan pembayaran Alipay. Dalam waktu dekat, mereka pun akan mengintegrasikan Alipay dengan aplikasi chat BBM, yang kini lisensi pengembangannya telah dimiliki oleh Emtek.

Menarik untuk ditunggu bagaimana Emtek memanfaatkan berbagai portofolio yang mereka miliki untuk membangun sebuah ekosistem yang saling mendukung satu sama lain. Namun khusus untuk bisnis fintech di tanah air, mereka masih harus menghadapi tantangan dari para pesaing, mulai dari GO-PAY, GrabPay, hingga layanan e-money dari bank-bank besar tanah air.

Sumber: Tech in Asia