Grab Bermitra dengan Kalbe, Masuki Sektor Kesehatan Digital

Grab mengumumkan kemitraan strategis dengan PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe). Keduanya berkomitmen meningkatkan layanan dengan nota kesepahaman yang ditandatangani Presiden Direktur Kalbe Vidjongtius dan President Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata.

Penandatanganan kemitraan Grab dan Kalbe

Kerja sama yang dibangun keduanya berbentuk sinergi layanan berbasis online dan offline untuk menjadi sebuah ekosistem kesehatan digital. Kalbe sendiri kini memiliki sejumlah inisiatif digital, seperti Klikdokter dan Kalbestore.

“Nota kesepahaman dengan Grab ini merupakan sinergi layanan berbasis online dan offline yang sedang dikembangkan menjadi ekosistem kesehatan oleh Kalbe,” terang Vidjongtius.

Saat ini Grab sudah menyandang status Decacorn atau startup dengan valuasi lebih dari $10 miliar. Selain dengan Kalbe, Grab juga menjajaki ekspansi di industri kesehatan Asia Tenggara melalui kerja sama dengan Ping An.

Sebagai bagian kerja sama ini, Grab akan mendukung kegiatan operasional Kalbe melalui berbagai layanan. GrabExpress akan memberikan layanan pengataran produk Kalbe kepada konsumen, sehingga konsumen bisa mendapatkan obat lebih cepat dengan harga yang terjangkau.

GrabReward, layanan loyalitas pengguna Grab, akan menawarkan promosi produk kesehatan Kalbe. Selain itu ada juga GrabAds yang mendukung Kalbe dalam melakukan kampanye terintegrasi melalui platform Grab. GrabFresh yang akan melayani penjualan produk Kalbe secara online, dan Grab for Business akan mendukung otomasi kegiatan operasional Kalbe untuk menjadi lebih efisien.

Mewakili Grab, Ridzki menyampaikan pihaknya menyambut baik kerja sama yang diharapkan bisa memberikan akses kesehatan yang berkualitas dan terjangkau melalui teknologi.

Grab mengatakan, “Grab dibentuk dengan prinsip memberikan akses dan pelayanan dengan biaya terjangkau kepada masyarakat di Asia Tenggara dalam hal transportasi, jasa antar makanan dan inaman atau bahan-bahan baku makanan.”

“Kami percaya seluruh lapisan masyarakat berhak untuk mendapatkan akses kesehatan yang berkualitas dengan biaya yang terjangkau melalui teknologi yang berpotensi untuk memberikan perubahan signifikan hidup masyarakat dan seluruh komunitas,” terang Ridzki.

Sumber: Daily Social