Grab Gandeng KAI Integrasi Layanan Pengiriman Barang Antar Kota

Grab mencoba memperluas jangkauan GrabExpress dengan menjalin kerja sama dengan layanan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI), Rail Express, untuk integerasi layanan pengiriman barang antar kota. Kesepakatan ini ditandatangani langsung Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro dan Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi di sela-sela perayaan ulang tahun KAI ke-74.

“Kami senang dapat berkolaborasi dengan KAI dalam menghadirkan layanan pengiriman barang first mile yang terintegrasi dan mudah dalam satu aplikasi. Tidak hanya memanjakan pelanggan individu, layanan Grab Rail Express juga dapat membantu bisnis kecil dan komunitas social seller Tanah Air sehingga semakin sukses dalam menjalankan bisnisnya sejalan dengan komitmen Grab for Good lewat pemberdayaan wirausahawan mikro dan bisnis skala kecil,” terang Neneng Goenadi.

Dengan kerja sama ini, Direktur Utama PT. KAI berharap bisa membuka lebih banyak akses kepada pelanggan dan masyrakat Indonesia kepada jenis layanan pengiriman barang antar kota yang dapat diandalkan, mudah, dan didukung dengan teknologi.

Layanan pengiriman barang hasil kerja sama Grab dan KAI ini ke depan juga akan mencakup pelayanan first and last mile dan akan diluncurkan secara bertahap. Pada fase awal ini operasional layanan first mile Grab Rail Express ini akan tersedia dalam layanan dua roda dan pengiriman berasal dari Jakarta ke kota lainnya.

Layanan GrabExpress sendiri saat ini sudah tersedia di 150 kota yang tersebar di seluruh Indonesia dengan jumlah pengguna harian yang diklam terus meningkat. 50% pengguna GrabExpress merupakan UKM yang memanfaatkan berbagai fitur yang ada di dalamnya, seperti pelacakan, “Kirim ke Banyak Tujuan”, dan “Banyak Pemesanan Sekaligus”.

“Kami berharap kerja sama GrabExpress dan KAI dapat membantu meningkatkan pertumbuhan, tidak hanya wirausahawan mikro tetapi juga mitra pengemudi dan pelanggan. Sejalan dengan misi pemanfaatan teknologi untuk kebaikan Grab, kami juga berharap dapat menciptakan lebih banyak lagi lapangan pekerjaan dan peluang bisnis bagi jutaan UMKM di Indonesia, sehingga pada akhirnya dapat membantu Indonesia memperkuat ekonomi digital di Asia Tenggara,” terang Neneng.

Sumber: Daily Social