Ikuti Strategi GO-JEK, Startup Kesehatan Halodoc Hadirkan Layanan yang Lebih Cepat

Pada tanggal 16 Mei 2017 ini, aplikasi konsultasi dokter dan pemesanan obat Halodoc mengumumkan peluncuran aplikasi terbaru mereka yang disebut Halodoc 2.0. Bila dibandingkan dengan aplikasi mereka sebelumnya, aplikasi terbaru ini tidak hanya mengalami perubahan dari sisi tampilan, namun juga dari sisi penggunaan fitur-fitur yang ada di dalamnya.

Hal yang paling berubah adalah menurunnya waktu yang dibutuhkan, sejak kamu memesan obat hingga obat tersebut diantar. Tadinya kamu membutuhkan waktu sekitar 44 menit, kini kamu hanya butuh waktu maksimal tiga puluh detik. Menurut sang CEO Jonathan Sudharta, hal tersebut disebabkan oleh perubahan bentuk kerja sama yang mereka lakukan dengan para apotek.

“Sebelumnya, setiap ada pesanan yang masuk, kami harus terlebih dahulu memberikan penawaran kepada masing-masing apotek. Mereka kemudian harus merespons pesanan tersebut, dan setelah itu pengguna pun harus kembali memberikan konfirmasi sebelum pesanan tersebut diantar,” ujar Jonathan menjelaskan proses di balik layanan pengantaran obat mereka yang dahulu bernama ApotikAntar.

Proses berbelit-belit itu kemudian mereka pangkas dengan cara mengintegrasikan layanan mereka dengan sistem pemantau ketersediaan stok obat di setiap apotek. Kini, setiap ada pesanan yang masuk, mereka akan langsung menentukan apotek dengan lokasi yang terdekat dengan pengguna dan bisa menyediakan obat dengan harga termurah.

“Konsep ini kami tiru dari investor kami, GO-JEK. Sebelumnya mereka juga menawarkan setiap pesanan ke semua pengemudi. Namun kini mereka akan langsung menunjuk pengemudi yang lokasinya terdekat dengan pengguna untuk mengambil pesanan,” tutur Jonathan.

Layanan GO-MED kini dialihkan ke aplikasi Halodoc

GO-MED | Ilustrasi

Pada tanggal 12 Oktober 2016 silam, GO-JEK telah bekerja sama dengan layanan pengantaran obat milik Halodoc untuk membuat layanan bernama GO-MED. Dengan layanan tersebut, kamu bisa langsung memesan obat lewat aplikasi GO-JEK.

Seiring dengan kehadiran aplikasi Halodoc 2.0, layanan tersebut pun kini dihilangkan oleh GO-JEK. Jika kamu mengakses layanan GO-MED saat ini, maka kamu akan diminta untuk mengunduh aplikasi Halodoc, dan melakukan pemesanan lewat aplikasi tersebut.

“Selain mendorong pertumbuhan pengguna, kerja sama dengan GO-MED pun memungkinkan kami untuk bisa mempelajari bagaimana user experience yang sebenarnya diinginkan pengguna. Hal tersebut kemudian kami implementasikan dalam aplikasi baru ini,” tutur Jonathan.

Namun Jonathan memastikan kalau ia telah menjalin kerja sama eksklusif dengan GO-JEK, sehingga setiap obat yang dipesan lewat aplikasi Halodoc pasti akan dikirimkan dengan bantuan para pengemudi GO-JEK.

Pengalihan layanan dari aplikasi utama mereka ke aplikasi lain bukan kali ini saja dilakukan oleh GO-JEK. Sebelumnya, mereka pun telah memindahkan layanan GO-CLEAN, GO-MASSAGE, GO-GLAM, hingga GO-AUTO ke dalam aplikasi berbeda yang bernama GO-LIFE.

“Untuk perpindahan layanan GO-LIFE, hal tersebut disebabkan karena segmentasi pasar yang berbeda. Sedangkan untuk perpindahan layanan GO-MED ini, lebih disebabkan karena kami ingin menghadirkan user experience yang lebih baik lewat aplikasi Halodoc,” jelas Monica Oudang, Chief of Human Resources dari GO-JEK, kepada Tech in Asia Indonesia.

Siap hadirkan layanan laboratorium dan integrasi dengan GO-PAY

Halodoc | Screenshot

Dalam aplikasi terbaru mereka ini, Halodoc memang hanya menghadirkan fitur konsultasi dengan dokter dan pemesanan obat. Namun Jonathan menyatakan kalau dalam hitungan minggu mereka juga akan kembali menghadirkan fitur pemeriksaan laboratorium, yang sebelumnya tersedia di dalam aplikasi mereka.

“Untuk layanan konsultasi dokter, kini kami bisa memastikan kalau akan selalu ada dokter yang tersedia untuk berkomunikasi dengan kamu selama 24 jam,” ujar Jonathan.

read also

Sayangnya, aplikasi baru Halodoc ini belum memungkinkan para pengguna GO-MED untuk melakukan pembayaran dengan GO-PAY. Halodoc saat ini baru menyediakan fitur pembayaran cash on delivery untuk layanan pemesanan obat, dan pembayaran dengan dompet digital mereka untuk layanan konsultasi.

“Namun dalam waktu dekat kami juga akan mengintegrasikan GO-PAY untuk semua layanan kami,” tutur Jonathan.

Menurut Jonathan, saat ini Halodoc telah mempunyai lebih dari seratus ribu pengguna. Mereka pun telah bekerja sama dengan sembilan belas ribu dokter, serta lebih dari seribu apotek di tanah air.

Menarik untuk ditunggu apakah kehadiran versi baru dari aplikasi mereka ini bisa membantu Halodoc untuk bersaing dengan startup kesehatan lain yang juga telah beroperasi di tanah air, seperti Alodokter, KlikDokter, hingga Dokter.id.

Sumber: Tech in Asia