Rencana Doku ke Depan dengan Dana Investasi yang Mereka Terima dari Emtek

Pada 14 Juni 2017, layanan e-wallet Doku akhirnya mengakui bahwa Emtek Group telah menjadi salah satu investor mereka sejak Desember 2016. Sebelumnya, hal ini sempat terlihat dari laporan keuangan yang dirilis oleh Emtek. CMO Doku Himelda Renuat mengatakan bahwa Emtek kini telah memiliki lima puluh persen saham Doku, namun tidak ada perubahan pada susunan direksi ataupun cara mereka beroperasi. Himelda juga menyatakan bahwa pihaknya memang membutuhkan investasi dari pihak lain untuk meningkatkan brand awareness sebagai penyedia solusi pembayaran elektronik.

“Dana untuk mengedukasi masyarakat Indonesia mengenai solusi pembayaran elektronik cukup besar. Karena semua pemain menyerbu Indonesia. Kita perlu brand awareness,” ujar Himelda kepada Tech in Asia Indonesia.

CMO Doku, Himelda Renuat (kiri) dan COO Doku, Nabilah Alsagoff (kanan).

Doku bukan serta-merta jadi partner eksklusif Emtek

Meski mendapat dana investasi dari Emtek, Himelda mengatakan bukan berarti perusahaannya serta-merta menjadi partner solusi pembayaran elektronik untuk portofolio Emtek lainnya. Emtek sendiri memiliki beragam produk digital yang berpotensi menjadi partner, seperti aplikasi percakapan BBM atau marketplace Bukalapak.

“Kami tetap profesional. Kami menawarkan solusi sama seperti menawarkan ke partner lainnya. Bukan berarti kita keluarga nih, pakai Doku dong, enggak begitu. Profesionalisme perlu dipertahankan,” ujar Himelda.

Senior VP Consumer Product Doku, Ricky Richmond Aldien

Tingkatkan awareness melalui #PinjamDOKU

Doku sendiri telah mengambil langkah baru untuk memperkuat brand awareness sebagai penyedia solusi pembayaran elektronik dengan memberikan fasilitas peer-to-peer (P2P) lending melalui program #PinjamDOKU.

Program ini bekerja sama dengan beberapa penyedia layanan fintech P2P lending seperti KoinWorks dan Taralite. Kerja sama dengan berbagai pihak ini diharapkan semakin mempermudah penjual, konsumen, hingga staf perusahaan dalam mendapatkan pinjaman modal guna pendanaan bisnis atau kebutuhan pribadi.

“Di Doku, delapan puluh persen pengguna merupakan pemilik Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Mereka ada yang betul-betul rumahan, kebutuhan dana untuk mengembangkan bisnis mereka juga lebih tinggi,” jelas Himelda, “KoinWorks dan Taralite datang ke kita. Kami melihat ada peluang mendukung pemilik UKM tersebut dengan adanya pendanaan dari pihak ketiga.”

Doku Bareksa | Ilustrasi

Penyedia layanan e-wallet lain juga gencar jalin kerja sama

Beberapa penyedia layanan dompet elektronik lain juga menggandeng berbagai mitra untuk memperluas opsi pembayaran yang mereka miliki, sekaligus meningkatkan brand awareness. Salah satunya adalah Grab yang menggandeng Lippo Group untuk meluncurkan GrabPay. Lewat kemitraan ini, perusahaan retail milik Lippo bakal dapat menerima pembayaran belanja konsumen yang menggunakan GrabPay.

Sedangkan layanan dompet elektronik milik BCA, Sakuku, telah mengumumkan kemitraan dengan Kaskus sejak April 2016 untuk menambah opsi pembayaran di forum Jual Beli Kaskus.

Sumber: Tech in Asia