PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (Darya-Varia) kembali menegaskan posisinya sebagai pelaku industri kesehatan yang progresif. Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, perseroan menunjukkan komitmen memperkuat ekosistem kesehatan nasional melalui rangkaian edukasi publik, kampanye gaya hidup sehat, hingga pengenalan alat kesehatan berbasis kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT) yang dikembangkan bersama PT Astra Komponen Indonesia (ASKI).

Langkah ini sejalan dengan tema HKN tahun ini, “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat.” Darya-Varia memandang integrasi teknologi sebagai bagian penting dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih mudah diakses, terukur, dan preventif.
Presiden Direktur Darya-Varia, dr. Ian Kloer, menjelaskan bahwa momentum HKN menjadi kesempatan strategis untuk memperkenalkan teknologi kesehatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
Menurutnya, perangkat medis yang dikenalkan merupakan salah satu inovasi pertama di Indonesia yang menggabungkan kemampuan self-monitoring, AI, dan IoT dalam satu ekosistem.
“Hari ini adalah rangkaian perayaan Hari Kesehatan Nasional ke-61, bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan. Darya-Varia juga mengambil kesempatan untuk memperkenalkan alat kesehatan baru hasil kolaborasi dengan PT Astra Komponen Indonesia. Ini salah satu alat kesehatan pertama di Indonesia yang dilengkapi kemampuan IoT dan AI untuk self-monitoring pada pasien,” ujar dr. Ian pada Minggu (29/11/2025) di Jakarta.
Dua varian perangkat diperkenalkan:
• 3-in-1: pemeriksaan glukosa darah, kolesterol, dan asam urat.
• 4-in-1: pemeriksaan tekanan darah, glukosa, kolesterol, dan asam urat.
Ukuran yang ringkas membuat perangkat mudah dibawa, memungkinkan pemantauan kesehatan rutin dilakukan secara mandiri, tanpa menunggu gejala muncul.
AI untuk Deteksi Dini dan Prediksi Risiko
Salah satu sorotan utama inovasi ini adalah fitur AI prediktif. Teknologi ini mempelajari tren pemeriksaan pengguna dan memberikan indikasi awal bila ada pola kesehatan yang perlu diwaspadai.
“Prediktif analitik bertujuan agar siapa pun yang rutin melakukan pemeriksaan bisa mengetahui tren kesehatannya. Jika ada risiko, alat akan memberikan informasi agar segera mencari nasihat kesehatan ke dokter,” tuturnya.
Pendekatan ini dinilai mampu mengurangi kejadian pasien yang terlambat mendapatkan perawatan, yang selama ini sering terjadi akibat pemeriksaan tidakteratur atau tanpa pencatatan riwayat yang memadai.
Lebih jauh, integrasi IoT memungkinkan hasil pemeriksaan tersimpan otomatis dalam aplikasi. Pasien maupun caregiver dapat memantau perkembangan kesehatan dengan mudah, termasuk ketika melakukan konsultasi ke dokter.
Darya-Varia dan ASKI Hasilkan Produk Anak Bangsa
Kolaborasi Darya-Varia dan ASKI bukan proses singkat. Presiden Direktur ASKI, Prihatanto Agung Lesmono, mengungkapkan bahwa pengembangan perangkat tersebut telah berlangsung selama setahun, mencakup hardware, software, hingga aplikasi pendukung.
“Kerja sama ini sudah kami kembangkan selama satu tahun. Kami menggabungkan peran dalam pengembangan hardware dan software. Untuk varian 4-in-1, hampir belum ada di Indonesia yang mengombinasikan tensimeter dan glukometer dengan teknologi IoT dan AI,” paparnya.
ASKI sendiri telah merilis sekitar 30 produk alat kesehatan, dan inovasi terbaru ini menambah daftar kontribusi perusahaan dalam upaya kemandirian alat kesehatan nasional.
“Ini benar-benar produk anak bangsa. Mulai dari R&D, perangkat, hingga aplikasinya dibuat oleh kami sendiri. Aplikasi sudah tersedia di App Store dan Play Store,” kata Prihatanto.
Dukungan Kementerian Kesehatan, Bukti Validasi Kualitas
Pengembangan perangkat ini juga mendapat apresiasi dari Kementerian Kesehatan. Deni Herdiana, yang mewakili Direktur Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan, menegaskan bahwa inovasi lokal yang memenuhi standar merupakan bentuk kemajuan penting bagi industri kesehatan Indonesia.
“Kami mengapresiasi inovasi Darya-Varia dan PT ASKI yang benar-benar murni karya anak bangsa. Mulai dari R&D hingga izin edar, semuanya dievaluasi ketat. Karena ini bagus dan valid, kami menerbitkan izinnya,” ujar Deni.
Menurutnya, perangkat ini sangat membantu tenaga kesehatan, terutama dalam program pemeriksaan kesehatan gratis yang kini semakin masif digelar.
“Dengan alat yang simpel, ini memudahkan tenaga kesehatan melakukan pemeriksaan baik untuk screening maupun pelayanan kesehatan,” ungkapnya.
Darya-Varia sendiri menegaskan bahwa produk saat ini masih berada dalam tahap soft launch, sebelum memasuki fase komersialisasi penuh. Harga akan disampaikan setelah perseroan memastikan dapat menawarkan tarif yang kompetitif dan terjangkau.
Inovasi sebagai Fondasi Masa Depan Kesehatan
Peluncuran perangkat self-monitoring berbasis AI & IoT ini memperkuat portofolio bisnis Darya-Varia dalam sektor alat kesehatan, sekaligus menunjukkan kemampuan industri nasional menghadirkan solusi teknologi yang relevan dan berdaya saing.
Dengan dukungan regulator, sinergi sektor swasta, dan edukasi berkelanjutan, inovasi ini diharapkan menjadi langkah nyata menuju generasi yang lebih sehat dan masa depan yang lebih kuat, sejalan dengan semangat HKN ke-61.
Sumber: Investor.id