April 7, 2026

Alat kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) Claude mendadak menjadi sorotan global bukan karena pembaruan teknologinya, melainkan karena kontroversi besar yang mempertemukan AI dengan operasi militer berskala luas. Militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan menggunakan Claude dalam serangan udara besar-besaran ke Iran pada Sabtu (28/2/2026). Hal yang mengejutkan, penggunaan itu terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang melarang seluruh lembaga federal menggunakan teknologi milik perusahaan tersebut.

Lantas, apa sebenarnya Anthropic dan Claude? Mengapa AI ini menjadi begitu strategis hingga diperebutkan antara perusahaan teknologi dan militer terkuat di dunia? Berikut ini penjelasannya.

Apa Itu Anthropic?

Anthropic adalah perusahaan kecerdasan buatan asal Amerika Serikat yang berkantor pusat di San Francisco. Perusahaan ini didirikan pada 2021 oleh tujuh mantan karyawan OpenAI, termasuk dua bersaudara Dario Amodei dan Daniela Amodei.

Dario Amodei menjabat sebagai CEO, sementara Daniela Amodei menjabat sebagai presiden. Sebelum mendirikan Anthropic, Dario Amodei merupakan wakil presiden Riset di OpenAI, perusahaan di balik chatbot populer ChatGPT.

Keduanya bersama lima kolega lainnya memutuskan keluar dari OpenAI karena meyakini bahwa misi keamanan AI dapat dikejar secara lebih bermakna di luar perusahaan tersebut.

Mereka menyadari potensi risiko chatbot yang dapat menghasilkan misinformasi dan bias. Dari situlah lahir tekad untuk menciptakan sistem AI yang lebih aman, transparan, dan selaras dengan nilai-nilai manusia.

Misi Anthropic adalah mengembangkan sistem AI yang aman dan dapat dikendalikan, dengan menempatkan keselamatan serta keselarasan nilai manusia di atas kemampuan teknis semata.

Per Februari 2026, valuasi perusahaan ini diperkirakan mencapai US$ 380 miliar. Anthropic beroperasi sebagai public benefit corporation, sebuah status badan hukum yang mewajibkan perusahaan tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memprioritaskan dampak sosial positif.

Apa Itu Claude AI?

Claude adalah chatbot sekaligus nama model bahasa besar (large language model/LLM) yang dikembangkan Anthropic. Claude dirancang untuk percakapan berbasis teks yang alami dan unggul dalam berbagai tugas, seperti meringkas dokumen panjang, mengedit dan menyempurnakan tulisan, tanya jawab berbasis pengetahuan, pengambilan keputusan, serta pembuatan kode pemrograman.

Claude tersedia melalui berbagai platform, termasuk antarmuka web, API untuk pengembang, Amazon Bedrock, aplikasi iOS, serta aplikasi desktop Mac dan Windows.

Model Claude hadir dalam tiga tingkat kemampuan:

  • Haiku: Untuk kebutuhan cepat dan efisien.
  • Sonnet: Keseimbangan antara performa dan efisiensi.
  • Opus: Model paling canggih dengan kemampuan tertinggi.

Versi terbaru saat ini adalah Claude Opus 4.6 dan Claude Sonnet 4.

Kontrak Militer dan Perseteruan dengan Pentagon

Keterlibatan Anthropic dengan militer Amerika Serikat bukan hal mendadak. Pada Juli 2025, Departemen Pertahanan AS memberikan kontrak senilai hingga US$ 200 juta kepada sejumlah perusahaan AI, termasuk Anthropic, untuk menyediakan layanan kecerdasan buatan.

Anthropic kemudian menyediakan versi khusus Claude dengan pengamanan tambahan untuk penggunaan pemerintah dan informasi rahasia melalui mitra, seperti Palantir Technologies dan Amazon Web Services Top Secret Cloud.

Pentagon menggunakan Claude untuk menyintesis dokumen kompleks, meningkatkan efisiensi logistik dan rantai pasokan, serta mengolah analisis data strategis.

Namun, ketegangan muncul ketika Pentagon meminta akses penggunaan yang lebih luas. Anthropic mendesak agar ada pembatasan tegas yang melarang penggunaan Claude untuk pengawasan massal terhadap warga Amerika, serta pengoperasian senjata sepenuhnya otonom.

Di sisi lain, Pentagon menuntut hak penggunaan untuk semua tujuan yang sah dan berargumen pengawasan massal sudah dilarang secara hukum, sementara kebijakan internal telah membatasi penggunaan sistem senjata otonom penuh. Perseteruan ini menjadi titik panas dalam hubungan antara industri AI dan militer.

Dilarang, tetapi Tetap Dipakai dalam Serangan ke Iran

Kontroversi memuncak pada 28 Februari 2026. Beberapa jam setelah Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang melarang seluruh lembaga federal menggunakan model AI milik Anthropic, jet-jet Angkatan Udara AS telah mengudara menuju target-target di Iran.

Dalam operasi tersebut, model Claude digunakan untuk penilaian intelijen, serta identifikasi target dan simulasi skenario pertempuran. Komando Pusat Amerika Serikat (United States Central Command) atau Centcom di Timur Tengah memanfaatkan Claude untuk memproses dan menganalisis data dalam jumlah besar, termasuk data intersepsi, citra satelit, serta sinyal intelijen.

Model tersebut menghasilkan ringkasan, evaluasi ancaman, serta wawasan situasional guna mendukung pengambilan keputusan militer. Penggunaan Claude dalam operasi militer ke Iran pertama kali dilaporkan oleh The Wall Street Journal. Hingga kini, belum ada kejelasan apakah militer Israel juga menggunakan Claude dalam konflik yang sama.

Kasus ini menempatkan Claude AI di titik persimpangan antara inovasi teknologi dan realitas perang modern. Di satu sisi, Anthropic mengusung misi keamanan dan keselarasan nilai manusia. Pada sisi lainnya, teknologi yang sama terbukti mampu memainkan peran dalam operasi militer berskala besar.

Sumber: Berita Satu

About Author