Netflix mulai memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI) untuk mengubah cara produksi film. Perusahaan ini memperkenalkan model terbaru bernama Void yang memungkinkan pengeditan video secara ekstrem tanpa perlu melakukan pengambilan gambar ulang.

Void singkatan dariĀ video object and interaction deletion, merupakan model berbasisĀ vision-languageĀ (VLM) yang mampu menghapus objek dari sebuah adegan sekaligus menyesuaikan interaksi objek lain agar tetap terlihat realistis.
Teknologi ini membuka kemungkinan baru dalam industri perfilman. Dalam skenario produksi, adegan kecelakaan besar yang sudah direkam misalnya, dapat diubah total tanpa syuting ulang.
Karakter yang awalnya dibuat meninggal bisa dihidupkan kembali hanya dengan menghapus elemen tertentu dari video dan membangun ulang adegan secara alami.
Berbeda dari teknologi editing konvensional, Void tidak hanya menghilangkan objek, tetapi juga menghitung ulang dinamika visual di sekitarnya.
Misalnya, tabrakan dua kendaraan dapat diubah menjadi adegan jalan kosong dengan satu kendaraan yang melaju normal, lengkap dengan penyesuaian puing, asap, hingga kondisi jalan yang kembali bersih.
Model ini dikembangkan oleh tim peneliti yang melibatkan Saman Motamed, William Harvey, Benjamin Klein, Luc Van Gool, Zhuoning Yuan, dan Ta-Ying Cheng.
Pada makalah ilmiahnya, mereka menyebut Void sebagai kerangka kerja yang mampu menghasilkan rekonstruksi visual yang masuk akal secara fisik dalam skenario kompleks.
Kemampuan lain dari Void juga mencakup penghapusan objek manusia dalam adegan. Sebagai contoh, seseorang yang melompat ke kolam dapat dihilangkan sepenuhnya, dan sistem akan menghasilkan ulang permukaan air yang tampak tenang tanpa cipratan, seolah kejadian tersebut tidak pernah terjadi.
Menariknya, teknologi ini tidak dibatasi hanya untuk produksi internal Netflix. Model Void telah dirilis secara terbuka melalui platform Hugging Face sehingga dapat diakses oleh pengembang maupun kreator lain.
Meski sudah ada berbagai alat serupa, seperti Runway, Generative Omnimatte, DiffuEraser, hingga ProPainter, tim Netflix mengeklaim Void memiliki performa lebih unggul.
Pada uji coba terhadap 25 responden, Void dipilih sebagai hasil terbaik dalam 64,8% kasus, jauh di atas Runway yang hanya meraih 18,4%.
Sumber: Beritasatu