Sekarang Bisa Membaca Buku Koleksi Perpustakaan Nasional di Aplikasi iPusnas

Kini membaca buku koleksi Perpustakaan Nasional (Perpusnas) tak perlu datang ke lokasi. Berkat aplikasi iPusnas, siapa pun dapat membaca buku koleksi Perpusnas di mana pun melalui perangkat genggam. Tidak hanya sekadar membaca buku, aplikasi yang tersedia di platform Android dan iOS ini juga memungkinkan penggunanya untuk berinteraksi dengan pengguna lain melalui fitur-fitur layaknya media sosial.

Pengguna dapat menerbitkan rekomendasi buku yang ia baca, menulis ulasan buku yang telah ia baca, dan sebagainya.

Tersedia dua opsi membaca yang dapat pengguna pilih yakni membaca secara online dan offline.

Adapun fitur-fitur unggulan lainnya meliputi ePustaka yang memungkinkan pengguna bergabung menjadi anggota perpustakaan digital, dan Feed yang berfungsi untuk menampilkan aktivitas pengguna, informasi buku terbaru dan buku yang dipinjam pengguna lain.

Ada pula fitur rak buku virtual. Riwayat buku-buku yang telah pengguna pinjam akan tersimpan di rak buku tersebut. Terakhir, fitur yang tak kalah penting adalah e-Reader yang berfungsi untuk membantu pengguna membaca e-Book melalui aplikasi ini.

Kemampuan Literasi

Sebuah studi bertajuk World’s Most Literate Nations (WMLN) yang dilakukan John Miller dari Central Connecticut State University in New Britain pada 2016 menunjukkan kemampuan literasi masyarakat Indonesia menempati urutan ke-45 dari 61 negara.

Studi ini terutama meliputi tes pencapaian literasi dan karakteristik perilaku literasi, mulai dari jumlah perpustakaan, jumlah media massa, hingga ketersediaan perangkat komputer di suatu negara.

Singkat kata, Singapura menjadi negara dengan kemampuan literasi terbaik menurut studi ini, diikuti oleh Finlandia, Korea Selatan, Jepang dan Tiongkok.

Dengan angka adopsi perangkat genggam di Indonesia yang meningkat dari tahun ke tahun, diharapkan akan memicu minat baca masyarakat Indonesia dalam membaca buku dalam format digital.

Kehadiran aplikasi iPusnas seharusnya menjadi angin segar bagi mereka yang tak punya waktu untuk berkunjung ke perpustakaan untuk meminjam buku. Dengan demikian minat baca masyarakat Indonesia bisa menjadi lebih baik lagi di masa depan.

Sumber: Tekno Liputan 6