October 25, 2026

Di balik aktivitas digital yang berlangsung setiap hari, mulai dari menyimpan foto di cloud (komputasi awan), melakukan transaksi perbankan, hingga menggunakan kecerdasan buatan (AI), terdapat infrastruktur fisik yang bekerja tanpa henti, yakni data center atau pusat data. Bangunan ini menjadi tempat penyimpanan, pemrosesan, dan pengelolaan data digital.

Di dalamnya terdapat server, perangkat jaringan, sistem pendingin, serta pasokan listrik cadangan yang dibutuhkan agar layanan digital tetap berjalan. Seiring meningkatnya penggunaan komputasi awan dan kecerdasan buatan, kebutuhan terhadap pusat data berkapasitas besar ikut berkembang. Indonesia pun menjadi salah satu pasar yang dilirik pengembang infrastruktur digital global.

Sejumlah pusat data telah beroperasi di Jakarta, Bekasi, dan Karawang. Sementara itu, proyek-proyek baru bermunculan di kawasan industri Jawa Barat hingga Batam, Kepulauan Riau, dengan kapasitas yang mencapai ratusan megawatt (MW).

10 proyek data center AI di Indonesia

Berikut daftar proyek yang relevan berdasarkan laporan industri terbaru. Daftar ini bukan salinan terverifikasi dari 10 nama dalam artikel Kompas tersebut.

No.Proyek / pengembangLokasiKapasitas yang diumumkan
1Digital Edge – CGK CampusBekasi500 MW, berpotensi hingga 1 GW
2DayOne – kampus hyperscaleBatamPasokan listrik sekitar 450 MW
3EGSB / RangeIDC – AI Data CenterNongsa, BatamBelum diumumkan
4NeutraDC – AI Data CenterBatam, Cikarang dan wilayah lainRencana pengembangan hingga 1 GW secara keseluruhan
5Firmus + NVIDIA + DayOne – AI FactoryBatam360 MW
6BDx Data Centers – AI Campus 2 (CGK4)Jatiluhur, PurwakartaPotensi 640 MW
7CoreWeave – fasilitas data centerIndonesia, lokasi belum diumumkan360 MW
8SOS Limited – kampus AIBintanTarget sekitar 500 MW
9DCI Indonesia – kampus data centerCibitung dan KarawangKapasitas operasional yang dilaporkan mencapai 128 MW
10EDGNEX by DAMAC – AI Data CenterJakarta/Cikarang144 MW

Sumber: Kompas