PT Infra Fiber Teknologi (IFT), perusahaan infrastruktur digital independen hasil kolaborasi Arsari Group dan Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH), resmi meluncurkan RAIA Grid sebagai platform infrastruktur digital berbasis kecerdasan artifisial (AI) untuk mendukung pertumbuhan ekosistem digital Indonesia, di Jakarta, Rabu.
“Apa yang kita bangun hari ini menentukan masa depan Indonesia. RAIA Grid merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk memperkuat kapabilitas digital Indonesia melalui pengembangan infrastruktur, ilmu, dan talenta yang dibutuhkan untuk membentuk masa depan AI kita sendiri,” kata Pendiri Arsari Group Hashim Djojohadikusumo.
RAIA Grid mengklaim perusahaannya menggabungkan lebih dari 86.000 kilometer (km) infrastruktur fiber dengan Machine Learning, AI, dan Agentic AI dalam membangun infrastruktur open-access yang cerdas dan adaptif.
Dengan jaringan fiber sepanjang 86.000 km, RAIA Grid dirancang sebagai “jalan tol digital” yang mendukung konektivitas 5G, fiber-to-the-home (FTTH), hingga koneksi antarpusat data.
RAIA Grid dibangun dengan visi menjadi jalan tol digital yang menghubungkan ekosistem digital Indonesia yang kian kompleks, dari satu pusat data ke pusat data lainnya, hingga akhirnya menghubungkan Indonesia dan dunia,” ujar Presiden Direktur RAIA Grid Hendri Mulya Syam.
RAIA Grid mengintegrasikan Machine Learning, AI, dan Agentic AI dalam perencanaan, peluncuran, dan pengoperasian infrastruktur. Kapabilitas tersebut mendukung perencanaan jaringan dan prediksi permintaan, optimalisasi rute fiber dan investasi, otomatisasi peluncuran sistem, pemeliharaan prediktif, serta operasional yang lebih otonom.
Melalui model open-access, RAIA Grid melayani operator telekomunikasi, pusat data, penyedia layanan cloud, hyperscaler, hingga korporasi. Infrastruktur tersebut dirancang untuk memungkinkan data dan layanan digital bergerak secara efisien di seluruh wilayah Indonesia.
“Kami membuat lapisan infrastruktur yang memungkinkan komputasi, data, dan kecerdasan bergerak secara mulus dalam skala besar, sekaligus mengubah konektivitas menjadi keunggulan strategis bagi masa depan digital Indonesia,” imbuh Hendri.
President Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengatakan peluang yang dibangun RAIA Grid melampaui konektivitas dengan menghubungkan pusat data, platform cloud, pelaku usaha, dan infrastruktur AI guna membentuk fondasi ekosistem AI.
Ambisi tersebut, menurutnya, juga mencakup pembangunan kapabilitas komputasi berkinerja tinggi hingga membuka jalan menuju manufaktur supercomputer di Indonesia.
RAIA Grid selanjutnya diarahkan untuk mendukung konvergensi konektivitas, komputasi, talenta, dan kapabilitas AI agar teknologi tersebut dapat berkembang dalam skala luas dan mudah diakses di seluruh Indonesia.
Sumber: Antara News