3 Startup Indonesia Ikuti Batch Keempat Program Akselerator Google Launchpad

Setelah sukses membantu perkembangan para startup tanah air dengan tiga kali penyelenggaraan program akselerator Google Launchpad, Google pun kembali mengadakan batch keempat dari program tersebut. Serupa dengan program sebelumnya, para startup yang terpilih akan mendapatkan pelatihan di San Fransisco, bimbingan selama enam bulan, serta pendanaan cuma-cuma dari Google.

Namun kali ini Google Launchpad memperluas jangkauannya ke para startup yang berasal dari negara Afrika dan Eropa. Sebelumnya, mereka hanya menerima startup dari Asia dan Amerika Latin. Jumlah startup asal tanah air yang bergabung dengan program tersebut pun kini berkurang dari enam menjadi hanya tiga startup.

“Kurikulum di program kali ini akan membahas lebih dalam tentang teknologi kecerdasan buatan dan machine learning,” tutur pimpinan program Google Launchpad, Roy Glasberg.

read also

Berikut ini adalah tiga startup tanah air yang berhasil mengikuti Google Launchpad batch keempat, dan akan diberangkatkan ke Launchpad Space, San Fransisco, pada tanggal 17 Juli 2017 mendatang.

1. Cicil

Cicil | Screenshot

Founder: Edward Widjanarko, Leslie Lim | Industri: Fintech
Situs Resmi: Cicil

Cicil adalah startup yang memungkinkan para mahasiswa untuk membeli berbagai barang dengan metode cicilan, tanpa harus mempunyai kartu kredit. Startup ini baru saja mendapat pendanaan tahap awal (seed funding) dari East Ventures pada tahun 2016.

2. NadiPOS

NadiPOS | Screenshot

Founder: Tarun Agarwal | Industri: Fintech, Software as a Service (SaaS)
Situs Resmi: NadiPOS

NadiPOS adalah platform Point of Sales (PoS) dan manajemen yang bisa memudahkan pemilik restoran dalam menjalankan operasional sehari-hari, serta melakukan analisis.

3. SIRCLO

Sirclo | Screenshot

Founder: Brian Marshal | Industri: Software as a Service (SaaS)
Situs Resmi: SIRCLO

SIRCLO adalah tool yang bisa memudahkan para pemilik bisnis untuk membangun situs jual beli online. Startup ini juga telah mendapat investasi dari East Ventures.

Sumber: Tech in Asia