Seorang ibu di California mengaku telah tertipu hingga ribuan dolar AS setelah menerima telepon dari penipu yang suaranya mirip dengan putrinya, untuk kemudian menyadari suara tersebut merupakan buatan AI. Ibu tersebut jadi salah satu dari sekian banyak korban di AS yang tertipu ‘kloning suara’. AI memungkinkan seseorang dapat membuat replika suara hanya dengan beberapa detik audio Menurut Biro Investigasi Federal AS, warga Amerika kehilangan lebih dari 893 juta dollar AS (sekitar Rp 15,9 triliun per kurs hari Sabtu, 30/5/2026) akibat penipuan AI di tahun lalu. Hal ini termasuk serangan kloning suara serta email phishing yang dihasilkan AI, penipuan percintaan, dan tipuan lainnya.
Bagaimana cara kerja penipuan suara berbasis AI? Dilansir dari CNN, Jumat (29/5/2026), replika suara yang dibuat dengan AI oleh penipu diketahui merupakan rekaman suara yang diambil diam-diam dari media sosial atau dari rekaman panggilan sebelumnya. Media sosial juga dapat menyediakan informasi seputar anggota keluarga dan teman dekat dari target. Para penipu biasanya akan membuat seolah-olah orang terdekat yang mereka tiru sedang dalam kesulitan, seperti halnya diculik atau dipenjara. Kemudian mereka akan mendesak untuk meminta uang sebagai imbalan atas pembebasan orang terdekat mereka.
“Tidak ada waktu untuk berpikir. Semuanya hanya, ‘Saya harus bereaksi untuk membantu putra saya. Dia dalam kesulitan’,” kata Gary Schildhorn, pengacara Philadelphia yang menjadi sasaran penipuan suara AI yang meniru suara putranya. Dalam beberapa kasus, suara AI mungkin lebih dari sekadar rekaman tunggal. Penyerang yang canggih dapat menggunakan alat text-to-speech atau “voice skinning” yang memanipulasi suara penipu sehingga terdengar seperti orang yang mereka tiru secara real time.
Ahli media Henry Ajder mengatakan teknik-teknik tersebut memfasilitasi percakapan bolak-balik antara target dan suara klon AI, yang berpotensi membuat penipuan lebih meyakinkan. Peretas juga dapat membuat panggilan tampak seolah-olah berasal dari nomor yang dikenal melalui taktik yang dikenal sebagai penipuan ID penelepon, jadi seseorang tidak selalu dapat mempercayai bahwa panggilan yang tampaknya berasal dari orang terdekat memang benar-benar darinya.
Cara menghindari menjadi korban penipuan suara AI Jeda aneh atau fluktuasi vokal sebelumnya dianggap sebagai tanda peringatan bahwa suara penelepon mungkin dihasilkan oleh AI. Namun, sinyal-sinyal tersebut mungkin tidak ada lagi sekarang karena AI telah berkembang.
Alih-alih mencoba menentukan apakah suara itu asli, carilah tanda-tanda peringatan penipuan umum lainnya,” kata Hany Farid, seorang profesor di UC Berkeley dan kepala petugas sains di GetReal Security.
Tanda peringatan tersebut antara lain apakah orang di ujung telepon memberikan tenggat waktu, menimbulkan urgensi, mendorong untuk tidak memberi tahu siapa pun, dan meminta uang dalam jumlah besar. Para penerima panggilan juga sebaiknya menghubungi orang terkasih dengan cara lain, seperti pesan teks, menelepon mereka di telepon orang lain, atau menghubungi seseorang yang mengetahui keberadaan mereka.
Deborah Del Mastro, ibu asal California yang baru-baru ini menjadi sasaran penipuan, mengatakan ia menelepon langsung sang putri setelah mengirim uang kepada penipu. Putrinya langsung menjawab bahwa ia sedang bekerja.
Keluarga atau rekan kerja juga dapat membuat ‘kata sandi’ pencegahan yang dapat digunakan untuk memverifikasi identitas satu sama lain. Kata sandi tersebut harus berupa kata atau frasa yang hanya diketahui oleh sekelompok kecil orang dan tidak dapat ditemukan secara daring.
Sumber: Kompas