October 25, 2026

Tesla akhirnya mengungkap Roadster generasi kedua setelah hampir sembilan tahun sejak prototipenya diperkenalkan pada 2017. Dalam acara peluncuran yang digelar di lokasi pengujian roket SpaceX di McGregor, Texas, mobil sport two-seater ini memperlihatkan kemampuan yang tidak lazim: menanjak di dinding melengkung hingga posisi hampir terbalik, melompati deretan kendaraan, hingga melayang memakai semburan udara bertekanan dari sistem thruster SpaceX.

Demo Naik Dinding 170 Derajat

Demonstrasi pertama membawa mobil menanjak di ramp melengkung yang melewati posisi vertikal. Telemetri mencatat sudut kemiringan mobil menyentuh 170 derajat, atau hampir terbalik sempurna, pada ketinggian sekitar 21 meter. Pada titik tersebut, downforce yang dihasilkan terukur mencapai 4.700 kg. Mobil kemudian melepaskan diri dari lintasan dan jatuh bebas, sebelum thruster aktif menyembur untuk memperlambat laju pendaratan. Beban gravitasi tercatat sebesar 3,3 G pada ketinggian sekitar 6,5 meter.

Tesla Roadster

Source: Tesla

Elon Musk menjelaskan cara kerja mobil menempel di dinding tersebut. Sistem kipas penghisap di bawah mobil mampu menarik beban hingga dua G, sehingga mobil secara teknis sanggup berjalan dalam posisi terbalik. Kipas diposisikan di area diffuser belakang untuk menyedot udara dari kolong bodi, mengadopsi prinsip yang serupa dengan mobil balap kipas Brabham BT46B lansiran 1978. Musk berkelakar mengenai kekuatan hisapan sistem tersebut yang dinilai sangat kuat.

Mobil tidak dikemudikan oleh manusia selama demonstrasi berlangsung demi alasan keselamatan operasional secara otonom. Namun, di tangan konsumen nantinya, Tesla menyatakan Roadster akan menjadi satu-satunya model produksi mereka yang tetap dipertahankan dengan opsi kemudi manual dalam jangka panjang.

Aerodinamika Aktif dan Menikung Lebih dari 2 G

Menurut Lars Moravy dari Tesla, traksi mekanis dari ban umumnya hanya menghasilkan gaya sekitar 1,26 G. Sementara itu, bantuan sistem kipas penghisap membuat Roadster sanggup melibas tikungan dengan gaya lateral melebihi 2 G. Sistem ini memiliki dua mode kerja: pada kecepatan rendah mobil dihisap kuat ke permukaan lintasan untuk memaksimalkan traksi, sedangkan pada kecepatan tinggi bagian depan dan belakang sistem terbuka demi mengalirkan udara lebih besar di kolong bodi.

Tesla Roadster

Source: Tesla

Bodi kendaraan juga dapat beradaptasi secara aerodinamis melalui mode high-downforce, mode low-drag, serta mode berkendara harian dengan sayap belakang terlipat. Sayap belakang memiliki sudut kemiringan variabel yang dapat menyesuaikan posisinya secara otomatis sesuai kebutuhan lintasan.

Terbang dengan Udara Bertekanan Tinggi

Musk memaparkan bahwa mobil ini dibekali attitude thruster serta pendorong utama di bagian belakang, sehingga memungkinkan mobil bermanuver layaknya roket. Sistem ini tidak melibatkan proses pembakaran bahan bakar kimia. Pendorong tersebut sepenuhnya memanfaatkan semburan udara bertekanan tinggi yang disimpan dalam dua tabung carbon overwrapped pressure vessel (COPV), material berstandar sama dengan yang digunakan pada tabung roket SpaceX.

Tesla Roadster

Source: Tesla

Dua tabung dengan kapasitas gabungan 600 liter tersebut menampung sekitar 250 kg udara yang disalurkan melalui sepuluh nosel. Empat thruster utama berada di area diffuser belakang dengan klaim gaya dorong melebihi 80 kN, kekuatan yang setara untuk menahan bobot lebih dari 8.000 kg melawan gravitasi bumi. Pihak Tesla belum merinci durasi maupun metode pengisian ulang tangki, tetapi menjanjikan bahwa sistem kendaraan mampu memadatkan dan mengisi kembali udaranya secara mandiri.

Atraksi Kickflip dan Akselerasi 0–96 Km/Jam

Sebelum sesi demonstrasi penerbangan kedua, tim menempatkan manekin Starman di kursi pengemudi sebagai tribut atas peluncuran Roadster ke luar angkasa oleh SpaceX pada 2018. Roadster kemudian melaju menuju deretan kendaraan Tesla yang terparkir, termasuk Tesla Semi dan Cybercab, lalu melompat sembari berputar di udara pada ketinggian sekitar tujuh meter dalam manuver akrobatik yang dinamai kickflip.

Tesla Roadster

Source: Tesla

Terkait kemampuan performa garis lurus, Tesla memperlihatkan pengujian langsung di landasan pacu dengan thruster belakang aktif menyala. Hasilnya, mobil mencatatkan waktu akselerasi 0–96 km/jam dalam tempo 0,81 detik. Capaian ini menempatkan Roadster sebagai mobil produksi massal dengan akselerasi tercepat di dunia. Kecepatan puncaknya ditargetkan melampaui 370 km/jam, dengan Musk menjanjikan varian produksi akhir nanti berpotensi lebih cepat lagi.

Musk menegaskan mobil ini dirancang untuk dapat dimiliki dan digunakan di jalan raya, kendati regulasi keselamatan jalan raya mungkin memiliki batasan legalitas yang berbeda pada setiap negara.

Desain Futuristik dan Tiga Varian Pilihan

Franz von Holzhausen mengungkapkan bahwa desain Roadster terinspirasi dari siluet pesawat intai supersonik SR-71 Blackbird dan kendaraan yang mampu bertransformasi. Proporsinya tampil ceper dengan format dua tempat duduk, mekanisme pintu membuka ke atas, serta bilah lampu LED yang membentang horizontal di bagian fasia depan dan belakang.

Tesla Roadster

Source: Tesla

Jok dirancang menyatu langsung dengan sasis monokok demi mereduksi bobot kendaraan. Sektor kemudi mengadopsi setir model yoke, dipadukan dengan sistem pengendalian kemudi, rem, serta pedal gas yang sepenuhnya berbasis by-wire. Bagian kaki-kaki ditopang ban performa tinggi Pirelli P Zero Trofeo RS dengan kode Elect.

Tesla menawarkan tiga varian utama: Performance, Thrust, dan Rocket. Varian Performance disiapkan untuk penggunaan jalan raya dengan dua kursi dan aerodinamika aktif. Varian Thrust diproduksi dalam jumlah terbatas dengan tambahan thruster pendorong akselerasi. Sementara varian tertinggi Rocket mengusung sistem manuver udara penuh dengan konfigurasi satu kursi pengemudi dan hanya bisa didapatkan melalui skema undangan eksklusif.

Tesla Roadster

Source: Tesla

Produksi massal Tesla Roadster generasi terbaru dijadwalkan mulai bergulir pada 2028. Hingga saat ini, Tesla belum merilis spesifikasi mengenai kapasitas baterai, jarak tempuh, maupun keluaran tenaga motor listriknya. Sebagai catatan pembanding, prototipe tahun 2017 sempat menjanjikan akselerasi 0–97 km/jam dalam 1,9 detik, kecepatan puncak 402 km/jam, serta jarak tempuh 998 km dengan baterai 200 kWh. Varian terbaru ini memangkas waktu akselerasi lebih dari separuh, meski klaim kecepatan puncaknya terhitung lebih rendah dibandingkan target awal sembilan tahun lalu.

Sumber: Carvaganza